IBU. Sebuah kata yang sudah tak umum di telinga kita. Setiap hari hampir atau malah selalu kita dengar. Entah dari diri kita sendiri yang menyebut namanya, atau kita yang mendengarnya dari orang lain.
Kadang dari situ timbul pertanyaan, ‘Siapakah ibu itu? Apakah ia adalah malaikat? Mengapa ia begitu baik terhadap kita?’ Yah, mungkin bisa dibilang begitu. Ibu adalah malaikat. Namun bertubuh manusia. Saking luar biasanya jasa ibu, pepatah mengatakan bahwa kasih ibu tak terbatas. Bahkan, sekeras apapun usaha kita untuk membalas kebaikannya, masih belum bisa mengalahkan jasa ibu terhadap kita. Hal tersebut diperkuat dengan kata pepatah lain, bahwasanya surga berada di bawah telapak kaki ibu. Wow!! Tidakkah itu begitu sensasional? Bagaimana tidak? Surga yang ketika kata itu disebut, pasti terbersit makna yang menuju keindahan yang tiada tara disandingkan dengan telapak kaki yang sering dianalogikan sebagai kasta rendah yang nista karena terletak di bawah. Sungguh besar jasa ibu, sungguh besar peran ibu, sungguh tinggi derajat ibu bagi kita.
Pernahkah kita sadar, bahwa seringkali ibu mengorbankan keinginan dan kepentingan dirinya untuk kita agar kita hidup lebih nyaman. Ingatkah kita juga betapa cintanya tak pernah berkurang meski seringkali kita tak bersikap manis di hadapannya. Juga tentang dirinya yang selalu berani mengambil resiko, apapun itu, agar kita sebagai anaknya mampu menjadi seseorang untuk dunia. Lalu apakah beliau pernah protes kepada kita karena merasa diganggu dan dilupakan hak nya sebagai manusia yang juga pernah merasa lelah dan kecewa?
"Aku sayang Banget sama mama, maafin aku ya ma.. klo slama ini aku selalu bikin mama sedih, kecewa, jengkel karna sikap & kelakuanku. Aku janji, aku akan melakukan semua yg terbaik untukmu. "
Kadang dari situ timbul pertanyaan, ‘Siapakah ibu itu? Apakah ia adalah malaikat? Mengapa ia begitu baik terhadap kita?’ Yah, mungkin bisa dibilang begitu. Ibu adalah malaikat. Namun bertubuh manusia. Saking luar biasanya jasa ibu, pepatah mengatakan bahwa kasih ibu tak terbatas. Bahkan, sekeras apapun usaha kita untuk membalas kebaikannya, masih belum bisa mengalahkan jasa ibu terhadap kita. Hal tersebut diperkuat dengan kata pepatah lain, bahwasanya surga berada di bawah telapak kaki ibu. Wow!! Tidakkah itu begitu sensasional? Bagaimana tidak? Surga yang ketika kata itu disebut, pasti terbersit makna yang menuju keindahan yang tiada tara disandingkan dengan telapak kaki yang sering dianalogikan sebagai kasta rendah yang nista karena terletak di bawah. Sungguh besar jasa ibu, sungguh besar peran ibu, sungguh tinggi derajat ibu bagi kita.
Pernahkah kita sadar, bahwa seringkali ibu mengorbankan keinginan dan kepentingan dirinya untuk kita agar kita hidup lebih nyaman. Ingatkah kita juga betapa cintanya tak pernah berkurang meski seringkali kita tak bersikap manis di hadapannya. Juga tentang dirinya yang selalu berani mengambil resiko, apapun itu, agar kita sebagai anaknya mampu menjadi seseorang untuk dunia. Lalu apakah beliau pernah protes kepada kita karena merasa diganggu dan dilupakan hak nya sebagai manusia yang juga pernah merasa lelah dan kecewa?
"Aku sayang Banget sama mama, maafin aku ya ma.. klo slama ini aku selalu bikin mama sedih, kecewa, jengkel karna sikap & kelakuanku. Aku janji, aku akan melakukan semua yg terbaik untukmu. "
saya suka postingannya.. :), ditunggu kunjungan balik nya kik.. oke2.. awas ra mampir nang blog Q!!! http://imaginasiqu.blogspot.com
BalasHapus